
BANJARBARU – Guna memastikan standar kesehatan dan keamanan pangan, jajaran Sidokkes Polres Banjarbaru melaksanakan kegiatan Food Safety (pemeriksaan keamanan makanan). Langkah preventif ini dilakukan sebagai bagian dari Prosedur Tetap (Protap) pengamanan kesehatan, terutama dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis di wilayah hukum Polres Banjarbaru. Senin (11/05/2026)
Kegiatan ini menyasar pada pemeriksaan mendalam terhadap bahan baku hingga sajian makanan siap saji yang akan dikonsumsi, maupun konsumsi para penerima manfaat.
Tim Dokkes Polres Banjarbaru menggunakan peralatan laboratorium lapangan cepat (rapid test kit) untuk mendeteksi kandungan berbahaya dalam makanan. Beberapa parameter yang menjadi fokus pemeriksaan meliputi:

Kandungan Kimia Berbahaya: Uji deteksi terhadap bahan kimia seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow.
Uji Toksisitas: Memastikan makanan bebas dari zat beracun yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seketika.
Higienitas: Memantau kebersihan lokasi pengolahan makanan serta peralatan yang digunakan oleh penyaji.
”Kami bertanggung jawab memastikan bahwa setiap makanan yang dihidangkan telah melalui uji klinis sederhana namun akurat. Hal ini krusial untuk mencegah terjadinya keracunan makanan maupun dampak kesehatan lainnya,” ujar Kasi Dokkes Polres Banjarbaru.
Penerapan Food Safety ini merupakan bentuk nyata dari pelayanan kesehatan Polri (SPPG – Sasaran Prioritas Pelayanan Gugus) dalam menjaga aspek fisik personel dan tamu negara. Dengan hasil pemeriksaan yang memenuhi syarat (MS), maka kegiatan dapat berlangsung dengan rasa aman dan nyaman.
Dalam giat yang dilaksanakan di beberapa titik lokasi tersebut, tim medis tidak menemukan adanya kandungan zat berbahaya pada sampel makanan yang diuji. Meski demikian, pihak Dokkes terus memberikan imbauan kepada pengelola kantin maupun penyedia jasa boga untuk selalu menjaga sanitasi dan memilih bahan makanan yang segar.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Polres Banjarbaru dalam menjalankan tugas secara komprehensif, tidak hanya dari sisi keamanan fisik, tetapi juga keamanan dari aspek kesehatan lingkungan dan pangan.