25/06/2024
Sharing

Banjarbaru – Polres Banjarbaru kembali melaksanakan Jum’at Curhat di Aula Kec. Aluh-Aluh Wilkum Polsek Aluh-Aluh, Polres Banjarbaru, Jum’at (16/06/2023) pagi. Jum’at Curhat merupakan program Polri yang dilaksanakan oleh Polda dan Polres jajaran sebagai wadah untuk mendekatkan diri dengan warga serta dapat mendengarkan langsung curhatan masyarakat terkait permasalahan keamanan maupun ketertiban yang dilaksanakan setiap minggunya di hari Jum’at.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Banjarbaru Kompol Winda Adhiningrum, S.H., S.I.K., M.M., yang didampingi oleh para PJU, Kapolsek Aluh-Aluh Ipda Muslim serta Personel dan Bhabinkamtibmas.

Dalam sambutannya Wakapolres Banjarbaru menyampaikan bahwasanya kegiatan Jum’at Curhat ini tujuannya adalah untuk menampung aspirasi dari masyarakat tentang Kamtibmas di daerah hukum Polres Banjarbaru, tujuan lainnya adalah mempererat silaturrahmi kepada masyarakat dengan harapan agar tidak ada sekat maupun batasan diantara Polri dan masyarakat untuk berkomunikasi.

“Melalui kegiatan ini kami akan menampung apa saja yang menjadi keluhan, saran atau kritikan masyarakat dengan tujuan untuk memelihara Sitkamtibmas yang kondusif serta mewujudkan Kolaborasi yang sudah terangaki dalam kerjasama apik antara Polri, TNI dan juga masyarakat,” ucapnya.

Di kesempatan itu, warga yang hadir menyampaikan sejumlah saran, pendapat dan keluhan seperti ucapan terima kasih atas program bedah rumah yang dilaksanakan di Desa Simpang Warga serta apresiasi kepada Kapolsek Aluh-Aluh dan jajaranya karena telah merespon keluhan para warga pada Jum’at Curhat terdahulu terkait maraknya oknum masyarakat yang menangkap ikan dengan cara disetrum.

“Alhamdulillah atas penangkapan para penyetrum ikan oleh pak Kapolsek, dampaknya sangat baik kepada warga yang sebagian besar bermata pencharian sebagai nelayan, terima kasih pak atas ketegasannya,” ucap Ketua BPD Simpang Warga Dalam Bul Hasan.

Kemudian, Kepala Desa Bakambat Kasmayuda menceritkan mengenai masalah stunting yang dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat untuk datang ke Posyandu dan pengunaan jalan umum yang sering dilewati oleh truk-truk besar.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolres menjelaskan jika Polisi menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penyetruman karena setrum atau pengobatan ikan dapat memusnahkan kelestarian alam bahkan menghilangkan pendapatan nelayan.

“Sedangkan untuk permasalahan jalan raya agar nanti bisa dibuat surat ke Dinas Perhubungan, nanti juga akan kami bantu untuk berkoordinasi, menyikapi masalah stunting saya mengimbau agar para Kepala Desa bisa bekerjasama dengan perangkat Desa serta Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa untuk rutin menggalakkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakatnya terutama kaum ibu-ibu agar bisa bekerja sama,” tuturnya.

Semua masukan dari narasumber ditampung dan ditanggapi oleh Wakapolres Banjarbaru beserta para Pejabat Utama sebagai masukan dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas di daerah hukum Polres Banjarbaru.

“Saya berharap kita bisa selalu bekerja sama dalam menjaga keamanan di wilayah kita agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan Al’Qur’an kepada pengurus Mesjid Al Fatah Desa Simpang Warga Dalam dan penyerahan Bansos kepada warga yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *