
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Selatan yang berlangsung di VIP Room Lanud Syamsuddin Noor, Minggu (23/8/2026).
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, usai menggelar rapat koordinasi, Kapolda Kalsel bergerak menuju lapangan untuk meninjau dan turun langsung ke titik lokasi kebakaran di sekitar Posko Tegal Arum, Kota Banjarbaru untuk memadamkan api. Kegiatan ini dilakukan bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Komandan Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XIII Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji, serta jajaran Forkopimda Provinsi Kalsel.
Dari hasil pengecekan di lapangan, area yang terbakar merupakan kawasan lahan gambut dengan kedalaman mencapai 1 hingga 3 meter. Meski kobaran api di permukaan mulai mereda dan kabut asap berangsur berkurang, petugas mendapati masih adanya bara api aktif yang tertanam di bawah permukaan tanah. Kondisi ini memerlukan proses pembasahan secara menyeluruh agar titik api tidak kembali menyala.
Guna mempercepat proses pemadaman dan pendinginan lahan (mopping up), lanjut Kabid Humas Kombes Pol. Nur Khamid, disiapkan sebanyak 300 unit pompa air yang didistribusikan ke tiga wilayah prioritas, yakni Pengayuan/Liang Anggang, Guntung Damar, dan Hutan Lindung, dengan alokasi masing-masing 100 unit. Dukungan sarana ini bersumber dari kolaborasi lintas sektor, meliputi pihak swasta, Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan, serta BPBD/Pemprov Kalsel.
Strategi pemadaman dilakukan dengan memanfaatkan pasokan air dari saluran irigasi utama Sultan Adam/Cindi Alus yang dialirkan menuju kanal-kanal di titik kebakaran. Untuk menjaga efektivitas dan stamina petugas di lapangan, setiap unit pompa dioperasikan oleh 6 personel yang terbagi ke dalam pola 3 sif kerja secara berkelanjutan.
Operasi pemadaman terpadu ini melibatkan gabungan personel dari Polri, TNI, Dinas Kehutanan, Dinas ESDM, Satpol PP, Damkar, serta partisipasi dari 7 perusahaan di sekitar lokasi. Langkah cepat ini disokong oleh anggaran operasional tahap awal sebesar Rp.7,6 miliar untuk jangka waktu 2 minggu, dengan target pemadaman total dapat dirampungkan secara maksimal dalam periode tersebut.
Selain pemadaman fisik, penanganan difokuskan pada pengendalian bara bawah tanah serta penguatan layanan kesehatan bagi personel dan masyarakat sekitar melalui posko kesehatan dan edukasi penggunaan masker. Di saat yang sama, upaya penegakan hukum dan tindakan preventif terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar terus diperketat guna mencegah meluasnya kembali Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.