23/07/2024
Sharing
SULSEL – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-78, Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menggelar kegiatan bhakti sosial dan penanaman mangrove.

Acara ini dihadiri oleh Kakorpolairud Baharkam Polri, Irjen Pol. Mohammad Yassin, beserta jajaran Baharkam Mabes Polri serta masyarakat setempat.

Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan salah satu bentuk bakti sosial dan bakti kesehatan yang dilaksanakan oleh Baharkam Polri dalam rangka HUT Polri ke-78. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan mangrove.

“Kegiatan penanaman mangrove ini adalah dalam rangka HUT Polri 1 Juli dan juga sekaligus rangkaian Rakernis Baharkam Polri yang akan dilaksanakan di Kota Makassar di mulai hari Rabu tanggal 5 Juni 2024,” ujar Kakorpolairud Irjen Pol. Mohammad Yassin  di lingkungan Parialau, Kelurahan Takalar Lama, Kecamatan Mappakkassunggu, Selasa (04/06/2024).

Lebih lanjut, dalam penanaman 500 pohon mangrove, Irjen Pol. Yassin dalam sambutannya menegaskan bahwa penanaman mangrove ini bukan hanya seremonial, tetapi juga untuk menjaga kelestarian alam dan ekosistem.

KAKORPOLAIRUD scaled

“Mangrove memiliki banyak manfaat, seperti menghasilkan oksigen biru yang sehat untuk kehidupan manusia, menjadi penahan erosi dan gelombang, dan menjadi habitat bagi ikan dan kepiting,” jelas Irjen Pol. Mohammad Yassin.

Irjen Pol. Yassin juga menambahkan bahwa mangrove dapat diolah menjadi berbagai produk makanan, seperti keripik, kerupuk, dan sirup.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga dengan penanaman mangrove ini, kita dapat menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Irjen Pol. Mohammad Yassin.

Sebagai informasi, selain penanaman pohon mangrove juga terdapat bakti sosial sebanyak 2.000 paket sembako dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut. Selain itu, 850 orang mendapatkan layanan kesehatan gratis, meliputi pengobatan umum, konsultasi, perawatan minor, pemeriksaan mata, layanan laboratorium sederhana, dan obat-obatan.

Kegiatan bhakti sosial dan penanaman mangrove ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *