23/07/2024
Sharing

Banjarbaru – Dampak dari Karhutla yang terjadi dalam beberapa hari ke belakang membuat masyarakat sempat terganggu akibat munculnya kabut asap yang menutup sebagian wilayah di Kota Banjarbaru. Musim kemarau berkepanjangan diperkirakan menjadi pemicu utama banyaknya lahan yang terbakar di Provinsi Kalimantan Selatan tak terkecuali Banjarbaru.

Dalam menanggulangi hal di atas, Polres Banjarbaru sedari awal telah mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan Instansi terkait seperti BPBD Kota Banjarbaru, Dinas Pemadam Kebakaran, regu-regu BPK serta menerjunkan sejumlah besar Personelnya untuk melakukan upaya-upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran.

Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah, S.I.K., S.H., M.Si., pada Minggu (25/06/2023) Malam, mengatakan bahwa ia sudah memerintahkan segenap Personelnya baik dari tingkat Polres hingga Polsek jajaran untuk segera mendatangi lokasi kebakaran lahan dan melakukan tindakan penanggulangan bersama-sama dengan Instansi terkait yang membidangi, dan tak jarang juga dibantu oleh masyarakat setempat.

“Kami juga sudah rutin melaksanakan giat-giat preventif yang sudah dari lama dilaksanakan oleh para Bhabinkamtibmas dan juga Personel seperti imbauan-imbauan, sosialisasi, amplifikasi melalui media sosial maupun online, termasuk menggelar sarana prasarana yang dipergunakan dalam penanggulangan karhutla, jadi sewaktu-waktu terjadi kami sudah siap, tentu saja dalam pelaksanaannya kami bersinergi bersama-sama dengan stakeholder beserta unsur terkait lainnya,” ucapnya.

AKBP Dody Harza melanjutkan, seperti halnya yang terjadi baru-baru ini, di bawah pimpinan PLT. Kabag Ops Polres Banjarbaru Kompol Heru Setyawan, S.H., M.M., Personel Sat Samapta yang dikomando oleh Kasat Samapta AKP Siswadi, S.H., melakukan pemadaman kebakaran yang berlokasi di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kec. Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

“Kita sudah melakukan kolaborasi dengan BPBD Kota Banjarbaru terkait penanggulangan bencana Karhutla dengan melaksanakan Patroli bersama di daerah rawan/ titik Karhutla, membentuk Tim Siaga Bencana Karhutla dan melaksanakan pendataan daerah rawan Karhutla, lalu kami juga melaksanakan Apel Pemantapan Siaga Karhutla bersama BPBD Provinsi Kalsel Tahun 2023 sekaligus pengecekan Ranmor dan Peralatan Karhutla serta briefing kepada Personel siaga Karhutla terkait dengan teknik maupun komunikasi dalam penanganan dan penanggulangan bencana Karhutla di Wilayah Kota Banjarbaru,” pungkasnya.

Untuk kebakaran lahan dan kepulan asap putih yang sempat terjadi di daerah hukum Polres Banjarbaru pada beberapa titik lokasi merupakan api serta asap kiriman dari Kabupaten tetangga. Namun terlepas dari hal tersebut, bukan menjadi alasan Polres Banjarbaru beserta unsur terkait untuk tidak melakukan penanggulangan terhadap kebakaran yang ada.

Dalam perkara penanganan hukum, Sat Reskrim Polres Banjarbaru sendiri kini tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait peristiwa kebakaran yang terjadi di daerah hukum Polres Banjarbaru.

“Kebakaran yang terjadi di Banjarbaru disebabkan oleh beberapa kemungkinan, seperti faktor alam mengingat saat ini masih musim kemarau, lahan kering yang mudah terbakar dan juga kencangnya hembusan angin yang membuat api dengan cepat meluas, serta faktor-faktor lainnya, namun tidak menutup kemungkinan ada juga pihak-pihak atau oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja melakukan pembakaran,” ungkap Kasat Reskrim Iptu. Zuhri Muhammad, S.I.K., ketika dikonfirmasi Humas.

Langkah-langkah penegakan hukum, ucap Kasat Reskrim, tetap dilaksanakan oleh Polres Banjarbaru terhadap para pelaku yang hendak mengambil keuntungan dalam musibah kebakaran ini. “Kami melakukan langkah-langkah penyelidikan dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan kebakaran ini, baik yang memang dengan niat atau kesengajaan maupun karena kelalaiannya sehingga terjadinya kebakaran, siapapun yang berbuat harus berani bertanggung jawab, entah itu perorangan maupun badan usaha,” tambahnya.

Sebagai informasi, dalam seminggu ke belakang sudah ada beberapa tempat yang menjadi lokasi Karhutla di Banjarbaru yaitu di Kec. Cempaka dan Kec. Liang Anggang.

“Begitu ada lokasi kebakaran, setelah api padam kami lakukan pengecekan TKP, pemasangan garis polisi kemudian pengumpulan bahan keterangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPN Kota Banjarbaru untuk mengkompulir data kepemilikan lahan serta pengukuran luasan lahan yang terbakar,”ucap Kasat.

Saat ini, Iptu Zuhri mengatakan, sudah ada 3 lokasi yang menjadi objek penyelidikan Polres Banjarbaru, 2 diantaranya ada di Kec. Liang Anggang, dan 1 lagi sisanya di Kec. Cempaka. Dalam minggu-minggu ini, salah satunya akan naik ke tingkat penyidikan.

“Proses penyelidikan dan penyidikan Karhutla membutuhkan waktu yang tidak singkat karena melibatkan beberapa instansi dan ahli untuk pendalaman perihal kebakaran itu sendiri, yang jelas proses terus berjalan, dalam kegiatan penyelidikan kami juga menerjunkan tim gabungan dari Polres dan Polsek dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat dalam memberikan keterangan sehingga tidak perlu jauh-jauh datang ke Polres, bisa dilakukan di Polsek setempat atau bahkan cukup di rumah saja, nanti Penyidik kami yang mendatangi, tentu yang paling penting kerjasama dari masyarakat juga sangat dibutuhkan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *