15/07/2024
Sharing

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat animo pendaftar seleksi calon Bintara Polri hampir tembus 2.000 orang pada penerimaan tahun ini yang dibuka sejak 4 hingga 17 April 2023 mendatang.

“Ada juga Tamtama Brimob pendaftarnya 81 orang dan Taruna Akpol 76 orang, namun jumlah ini belum final karena pendaftaran masih dibuka,” kata Karo SDM Kombes Pol Muhammad Arif Sugiarto, S.I.K., M.P.P., M.H., di Banjarmasin, Jumat (14/04/2023).

Di tengah tingginya animo pemuda-pemudi di Kalsel mendaftarkan diri mengikuti seleksi Bintara Polri tugas umum, khusus Bintara Kepolisian Perairan (Polair) justru peminatnya sangatlah minim.

Kombes Pol Arif mengakui sejumlah persyaratan khusus misalnya harus lulusan sekolah navigasi dan sebagainya mungkin tidak banyak orang yang memiliki kualifikasi tersebut di daerah ini.

Untuk kuota yang tersedia, dijelaskan Karo SDM ditentukan Mabes Polri yang biasanya diketahui ketika pada tahap akhir pengumuman hasil tes penentuan kelulusan.

Berkaca tahun lalu untuk Akpol, Polda Kalsel mendapatkan jatah pengiriman 10 orang dan sembilan orang lulus terpilih terdiri dari tujuh taruna dan dua taruni.

Sedangkan untuk Bintara Polri diperkirakan Arif kuotanya sekitar 420 orang yang direkrut menjalani pendidikan.

Rekrutmen anggota Polri tahun 2023 mengusung prinsip BETAH yakni Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis serta  clean and clear (CnC).

Sehingga Kombes Pol Arif mengingatkan masyarakat agar tidak terbujuk rayu atau tertipu dengan segala modus operandi yang menawarkan kelulusan bagi peserta seleksi.

Dia menyebut seluruh tahapan tes dilaksanakan secara terbuka agar tidak ada celah untuk kecurangan ataupun manipulasi.

Seperti tes akademik menggunakan Computer Assisted Test (CAT) sehingga nilainya seketika keluar usai rampung mengerjakan soal.

Oleh karena itu, peserta diminta mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh jika ingin lulus dan terpilih tanpa mengharapkan bantuan orang lain.

“Ingat, panitia saja tidak bisa membantu kelulusan apalagi orang di luar, waspada penembak di atas kuda yang berpura-pura menguruskan padahal tidak berbuat apa-apa alias kelulusan hasil tes peserta sendiri,” tegasnya sembari menyampaikan bahwa tes jasmani dan kesehatan juga digelar transparan lantaran bisa disaksikan semua orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *